Infrastructure visibility: Mengapa tim IT membutuhkannya

Infrastruktur IT modern semakin kompleks, mencakup server, jaringan, endpoint, aplikasi, virtual environment, cloud resource, dan berbagai komponen lainnya.
Semakin banyak komponen yang dikelola, semakin sulit bagi tim IT untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi infrastruktur. Data juga sering tersebar di berbagai tool dan dashboard, sehingga tim IT tidak mengetahui bagaimana setiap komponen saling terhubung dan memengaruhi satu sama lain.
Di sinilah infrastructure visibility dibutuhkan. Dengan visibilitas menyeluruh, tim IT dapat memahami kondisi dan performa infrastruktur, menemukan potensi masalah lebih awal, dan mengambil keputusan berdasarkan data yang lebih lengkap.
Apa Itu Infrastructure Visibility?
Infrastructure visibility adalah kemampuan organisasi untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi, performa, dan hubungan antar-komponen dalam infrastruktur IT. Cakupannya termasuk hardware, software, jaringan, layanan cloud, dan perangkat yang berada di lingkungan on-premises, cloud, maupun hybrid.
Dengan infrastructure visibility, tim IT tidak hanya dapat melihat komponen apa saja yang ada di dalam infrastruktur IT, tetapi juga memahami bagaimana komponen tersebut saling terhubung dan berinteraksi. Informasi ini membantu tim IT mengidentifikasi anomali, potensi masalah, serta bottleneck sebelum berdampak pada operasional bisnis.
Mengapa Organisasi Membutuhkan Infrastructure Visibility?
Saat ini, organisasi menggunakan infrastruktur IT yang semakin modern dan kompleks. Komponen yang dikelola sangat banyak, berupa server, jaringan, endpoint, virtual environment, resource cloud, aplikasi, dan lainnya.
Masalahnya, dalam mengelola berbagai komponen infrastruktur tersebut, organisasi masih menggunakan tool dan dashboard yang berbeda. Akibatnya, organisasi jadi kesulitan mendapatkan gambaran menyeluruh tentang kondisi infrastruktur IT.
Tim IT mungkin bisa melihat performa masing-masing sistem, tetapi tidak selalu memahami bagaimana sistem-sistem tersebut saling terhubung atau bagaimana satu masalah dapat memengaruhi komponen lainnya.
Tanpa tampilan terpadu, organisasi dapat menghadapi beberapa masalah, seperti:
Masalah terlambat terdeteksi: Tim IT mungkin baru mengetahui adanya gangguan setelah masalah mulai memengaruhi layanan.
Salah mengambil keputusan: Data silo membuat tim sulit mendapatkan informasi lengkap dan terbaru, sehingga bisa menyebabkan kesalahan dalam pengambilan keputusan.
Biaya operasional meningkat: Jika tim tidak punya gambaran jelas tentang penggunaan dan kondisi infrastruktur, resource bisa jadi kurang optimal. Misalnya, ada resource yang tidak banyak digunakan.
Tidak ada single source of truth: Tim kesulitan menentukan data mana yang paling akurat untuk mengetahui penggunaan aset, performa, dan kesehatan sistem.
Apa Manfaat Infrastructure Visibility?
Dengan mencapai infrastructure visibility, organisasi dapat memperoleh berbagai manfaat sebagai berikut:
Meningkatkan Performa
Visibilitas membantu tim IT memantau performa sistem, jaringan, dan aplikasi secara lebih menyeluruh. Dengan melihat data secara real-time, tim dapat lebih cepat menemukan bottleneck, masalah performa, dan potensi gangguan sebelum menganggu user.
Meningkatkan Keamanan
Dengan visibilitas yang luas terhadap infrastruktur, tim IT dapat lebih mudah melihat aktivitas atau perubahan yang tidak biasa.
Informasi ini membantu tim mendeteksi dan merespons potensi security threat dengan lebih cepat, sekaligus mengurangi risiko data breach dan security incident.
Mengoptimalkan Penggunaan Resource
Infrastructure visibility memberikan gambaran mengenai bagaimana aset dan resource digunakan.
Informasi tersebut membantu organisasi menentukan kapan resource perlu ditambah, dikurangi, atau dialokasikan kembali.
Menyederhanakan Compliance
Visibilitas juga membantu organisasi mengumpulkan dan memantau informasi mengenai aset, sistem, dan aktivitas infrastruktur. Data tersebut dapat digunakan untuk membantu menunjukkan compliance terhadap kebijakan internal maupun regulasi eksternal.
Apa Saja yang Termasuk dalam Infrastructure Visibility?
Untuk mendapatkan visibilitas menyeluruh, organisasi perlu melihat lebih dari sekadar metrik performa. Hal-hal yang menjadi komponen dalam infrastructure visibility adalah:
Network Visibility
Network visibility membantu tim IT memahami kondisi dan performa jaringan secara menyeluruh. Ini mencakup router, switch, firewall, bandwidth, traffic, latency, packet loss, dan koneksi antar-perangkat.
Server dan Infrastructure Visibility
Server visibility memberikan informasi mengenai kondisi dan penggunaan server, baik fisik maupun virtual. Tim IT dapat memantau CPU, memory, disk utilization, processes, availability, dan berbagai metrik performa lainnya.
Application Visibility
Infrastruktur juga mencakup aplikasi yang digunakan untuk menjalankan berbagai proses bisnis. Application visibility membantu tim memantau availability, response time, performance, dan aktivitas aplikasi.
Cloud Infrastructure Visibility
Cloud visibility dapat mencakup virtual machine, layanan cloud, storage, utilisasi resource, performa, dan availability. Informasi ini dibutuhkan untuk memahami kondisi cloud environment dan memastikan resource digunakan sesuai kebutuhan.
Endpoint Visibility
Laptop, desktop, perangkat mobile, dan endpoint lainnya juga merupakan bagian dari infrastruktur. Endpoint visibility membantu organisasi mengetahui perangkat yang terhubung ke environment serta memantau kondisi dan aktivitasnya.
Database Visibility
Database sering menjadi bagian penting dari aplikasi dan layanan bisnis. Database visibility memungkinkan tim IT memantau availability, performance, connections, resource utilization, dan aktivitas database.
Infrastructure Dependencies
Visibilitas berarti memahami kondisi hubungan antar-komponen, bukan hanya setiap komponen secara individual saja.
Misalnya, sebuah aplikasi bergantung pada server tertentu, database, dan koneksi jaringan. Jika salah satu komponen mengalami masalah, komponen lain yang bergantung padanya juga dapat terdampak.
Performance dan Health Monitoring
Infrastructure visibility juga mencakup pemantauan kondisi dan performa secara keseluruhan. Tim IT dapat melihat berbagai indikator seperti availability, resource utilization, response time, traffic, dan error rates.
Infrastructure Inventory
Visibilitas juga membutuhkan informasi mengenai apa saja yang ada di dalam infrastructure. Infrastructure inventory mencakup perangkat, server, aplikasi, cloud resource, dan aset IT lainnya.
Infrastructure Visibility vs. Infrastructure Monitoring
Banyak organisasi sudah memonitor infrastruktur, tetapi belum mendapatkan visibilitas. Ini karena infrastructure visibility dan infrastructure monitoring memiliki cakupan yang berbeda.
Infrastructure monitoring berfokus pada pemantauan kondisi dan performa komponen infrastruktur, sedangkan infrastructure visibility fokus memberikan gambaran yang lebih menyeluruh dengan melihat komponen sekaligus memahami hubungan antar-komponen dan kondisi infrastruktur secara keseluruhan.
Infrastructure monitoring juga bisa dianggap sebagai bagian dari infrastructure visibility. Monitoring menyediakan data mengenai kondisi dan performa komponen, lalu visibility menggunakan informasi itu bersama data lainnya untuk memberikan konteks yang lebih luas.
Contohnya:
Monitoring: CPU server mencapai 90% dan memicu alert.
Visibility: Tim IT dapat melihat bahwa server tersebut menjalankan aplikasi tertentu, terhubung dengan database tertentu, dan peningkatan CPU bertepatan dengan peningkatan traffic aplikasi.
Sehingga, dapat disimpulkan bahwa:
Monitoring menjawab "apa yang terjadi", sementara visibility membantu menjawab "apa yang terjadi dalam konteks keseluruhan infrastruktur."
Apa Best Practice dalam Menerapkan Infrastructure Visibility?
Berikut beberapa best practice yang dapat diterapkan untuk meningkatkan infrastructure visibility.
1. Pengumpulan dan monitoring data terpusat
Ketika data infrastruktur tersebar di berbagai tool dan dashboard, tim IT perlu menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengumpulkan dan membandingkan informasi.
Monitoring dashboard terpusat dapat membantu menyatukan data dari berbagai komponen infrastruktur dalam satu tampilan, seperti server, jaringan, aplikasi, dan database. Data yang dikumpulkan dalam satu tempat ini akan memudahkan tim IT untuk memonitor secara keseluruhan, tanpa harus berpindah dari satu tool ke tool lainnya.
2. Analisis data secara real-time
Infrastruktur dapat berubah setiap saat. Karena itu, mengandalkan data yang sudah lama diperbarui dapat membuat tim IT melewatkan masalah yang sedang terjadi.
Analisis real-time membantu tim memantau aktivitas dan perubahan pada infrastruktur saat terjadi. Dengan data yang selalu diperbarui, tim dapat lebih cepat mengenali anomali, melihat perubahan performa, dan menemukan potensi masalah sebelum berdampak pada layanan.
3. Mapping hubungan antar-komponen
Mengetahui status setiap komponen infrastruktur saja belum cukup. Tim IT juga perlu memahami bagaimana komponen-komponen dalam infrastruktur saling terhubung.
Dependency dan topology mapping dapat membantu memvisualisasikan hubungan antara perangkat jaringan, server, aplikasi, database, dan komponen lainnya. Ketika terjadi gangguan, informasi ini dapat membantu tim memahami komponen mana yang terdampak dan kemungkinan sumber masalahnya.
4. Alert dan notifikasi yang relevan
Visibilitas bukan berarti tim IT harus mendapatkan semua alert. Jika terlalu banyak alert dan notifikasi yang diterima, tim justru kesulitan membedakan masalah yang kritis dari masalah yang kurang mendesak.
Tim IT perlu mengatur threshold, severity, dan prioritas alert berdasarkan kondisi infrastruktur. Menghubungkan alert dengan konteks dan dependency juga dapat membantu tim memahami masalah yang sebenarnya dan menentukan tindakan yang diperlukan.
5. Automasi infrastructure discovery
Infrastruktur terus berubah. Misalnya, perangkat baru dapat ditambahkan, resource cloud dapat dibuat atau dihapus, dan konfigurasi dapat berubah dari waktu ke waktu.
Inventaris infrastruktur yang diperbarui secara manual bisa tidak akurat. Automated discovery membantu organisasi menemukan dan memperbarui informasi mengenai perangkat serta resource yang ada di environment secara lebih konsisten.
6. Integrasi monitoring dengan troubleshooting
Ketika terjadi masalah, tim IT membutuhkan informasi yang cukup untuk mengetahui apa yang terjadi, komponen mana yang terdampak, dan kemungkinan penyebabnya.
Menghubungkan data monitoring dengan tool untuk diagnosis dan troubleshooting dapat membantu mempercepat proses investigasi dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan layanan.
7. Gunakan tool visualisasi
Gunakan dashboard, graph, dan chart untuk menampilkan metrik yang paling relevan bagi setiap pengguna. Visualisasi juga dapat membantu tim melihat tren, perubahan, dan hubungan antar-data dengan lebih mudah.
Dengan menyajikan informasi dalam bentuk visual yang tepat, tim dapat memahami kondisi infrastructure dengan lebih cepat dan mengambil tindakan berdasarkan informasi yang relevan.
8. Perhatikan security and compliance
Pastikan proses pengumpulan, penyimpanan, dan akses terhadap data infrastructure mengikuti security practices dan standar yang berlaku.
Terapkan role-based access control (RBAC) untuk memastikan hanya pengguna yang berwenang yang dapat mengakses informasi infrastructure yang sensitif. Organisasi juga perlu menentukan siapa yang dapat melihat, mengubah, atau mengelola data dan konfigurasi tertentu.
ManageEngine Membantu Meningkatkan Infrastructure Visibility

Infrastruktur yang semakin kompleks membuat tim IT membutuhkan lebih dari sekadar monitoring terhadap masing-masing komponen. Mereka juga perlu memahami bagaimana server, jaringan, aplikasi, cloud resources, dan komponen lainnya saling terhubung serta bagaimana kondisi satu komponen dapat memengaruhi keseluruhan infrastructure.
ManageEngine OpManager Nexus membantu memberikan visibilitas terpusat terhadap berbagai bagian IT infrastructure melalui unified monitoring, real-time insights, dependency mapping, dan performance monitoring. Dengan melihat kondisi infrastructure dari satu konsol, tim IT dapat lebih mudah mengidentifikasi masalah, memahami dampaknya, dan mengambil tindakan berdasarkan data.
Pelajari lebih lanjut tentang bagaimana OpManager Nexus membantu meningkatkan visibilitas dan mengelola infrastructure IT secara lebih menyeluruh melalui free trial atau demo dengan tim kami.